Breaking News

Evaluasi Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Sekolah: Perspektif H. Ilvan Maulana Terhadap Kualitas Pelayanan, Kesesuaian Standar, dan Orientasi Manfaat Bagi Masyarakat



Sukabumi -  H. Ilvan Maulana mengemukakan evaluasi mendalam terkait pelaksanaan Program Makanan Bergizi (MBG) bagi peserta didik sekolah, di mana ia menyampaikan sejumlah pertimbangan penting terkait ketepatan implementasi, kualitas pemberian, serta relevansi manfaat yang diharapkan dari program tersebut. ( 27/2/2026)
 
Menurut narasumber, hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar anak sekolah tidak menerima makanan yang sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan dalam kerangka program. Ia mengutip pernyataan dari salah satu siswa yang menyampaikan, "Kami tidak diberikan makanan bergizi sebagaimana yang telah diumumkan. Yang kami terima adalah makanan dengan jenis dan kualitas yang biasa saja, padahal kami sendiri masih memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan makan seperti ini secara mandiri."
 
Selanjutnya, H. Ilvan Maulana menyoroti adanya kekhawatiran publik terkait efektivitas penggunaan anggaran negara yang dialokasikan untuk program ini. Ia menyatakan bahwa terdapat persepsi di masyarakat bahwa implementasi program belum berjalan secara optimal dan bahkan terdapat dugaan bahwa program menjadi sarana bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan yang tidak semestinya. "Program MBG seharusnya dirancang untuk memberikan manfaat substansial bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan dukungan gizi. Sebagai alternatif yang lebih optimal, saya berpendapat bahwa alokasi anggaran tersebut dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan fakir miskin di seluruh wilayah Indonesia, atau bahkan diubah menjadi pendanaan untuk Program Indonesia Pintar (PIP) yang dapat memberikan kontribusi lebih luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan bangsa," tegasnya.
 
Berdasarkan data yang diperolehnya, makanan yang diberikan dalam setiap kemasan program diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp15.000. Namun, ia menegaskan bahwa kualitas nutrisi serta komposisi kandungan gizi yang terkandung belum memenuhi parameter standar yang telah ditetapkan, sehingga tujuan utama program untuk meningkatkan status gizi masyarakat tidak dapat terwujud secara maksimal.
 
Dalam kesimpulan pandangannya, H. Ilvan Maulana menyampaikan harapan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memberikan perhatian serius terhadap berbagai masukan dan keluhan yang muncul terkait program ini. Ia berharap akan diambil langkah-langkah penyesuaian yang tepat dan komprehensif, sehingga penggunaan anggaran negara dapat memberikan dampak positif yang nyata serta manfaat yang optimal bagi pihak-pihak yang berhak menerima dukungan tersebut.

Red

© Copyright 2022 - Investigasi Online