Breaking News

“Jalan, Irigasi, dan MBG Jadi Aspirasi Utama Warga dalam Reses Rudy Heryanto”




SUKABUMI — Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrat, Rudy Heryanto, menggelar Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Aula Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Gegerbitung, di antaranya Camat Gegerbitung Sriyuliani, Babinsa Ade Setiawan, Kepala Desa Cijurey Asep Suhendar, tokoh masyarakat, serta kader PKK se-Kecamatan Gegerbitung.


Dalam forum reses tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang didominasi persoalan infrastruktur jalan dan sarana irigasi pertanian yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.


“Intinya masyarakat banyak menyampaikan tuntutan terkait infrastruktur jalan, pertanian, dan irigasi yang kondisinya sudah rusak,” ujar Rudy kepada awak media.


Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Cijurey. Sebagian masyarakat menilai program tersebut belum memberikan manfaat yang optimal dan dianggap kurang sesuai dengan kebutuhan warga setempat.


Menanggapi hal itu, Rudy menegaskan bahwa pelaksanaan Program MBG merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah maupun anggota DPRD tidak memiliki kewenangan untuk menghentikannya.



“Kalau masyarakat Cijurey meminta MBG di wilayahnya tidak diadakan, itu bukan kewenangan saya karena program tersebut merupakan program pemerintah pusat,” katanya.


Terkait pembangunan infrastruktur, Rudy memastikan pihaknya akan mendorong realisasi pengecoran ruas Jalan Gegerbitung–Ciengang sepanjang 3,5 kilometer pada tahun anggaran 2026. Selain itu, pembangunan dan perbaikan sarana irigasi pertanian juga menjadi prioritas.


“Insyaallah tahun 2026 kita fokus pada pembangunan Jalan Gegerbitung–Ciengang dan irigasi. Sementara untuk pembangunan ruas Jalan Cijurey–Pasirmunding direncanakan pada tahun 2027 secara bertahap,” jelasnya.


Kepala Desa Cijurey, Asep Suhendar, menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyat.


Ia mengungkapkan bahwa perbaikan infrastruktur jalan dan irigasi merupakan kebutuhan mendesak, khususnya bagi kelompok tani yang selama ini terkendala akibat kerusakan saluran irigasi.


“Kelompok tani meminta adanya perbaikan sarana irigasi yang rusak karena tidak seluruhnya bisa tercover oleh anggaran dana desa,” ungkap Asep.


Selain itu, sebagian warga juga menyampaikan pandangan terkait Program MBG yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran dan berpotensi berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.


Sementara itu, Camat Gegerbitung, Sriyuliani, menilai pelaksanaan reses berlangsung interaktif karena adanya dialog langsung antara masyarakat dan anggota legislatif.


“Saya melihat reses kali ini cukup interaktif dan menghasilkan berbagai masukan positif yang bisa menjadi bahan tindak lanjut bagi Pak Rudy,” ujarnya.


Sriyuliani mengakui bahwa persoalan infrastruktur jalan masih menjadi keluhan utama masyarakat. Namun, luas wilayah Kabupaten Sukabumi serta keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi menjadi tantangan dalam percepatan pembangunan.


“Harapannya masyarakat bisa memahami bahwa kebutuhan perbaikan jalan sangat besar dan harus dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan ada program-program lain yang dapat membantu percepatan pembangunan jalan kabupaten,” pungkasnya.


Prima RK

© Copyright 2022 - Investigasi Online