Bantargadung – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK Taruna Tunas Bangsa diduga tidak berjalan kondusif. Sejumlah siswa terlihat berada di luar kelas saat jam pelajaran berlangsung, tanpa adanya aktivitas pembelajaran yang jelas di dalam ruangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa siswa tampak nongkrong di halaman dan sekitar lingkungan sekolah ketika jam efektif belajar masih berjalan. Saat dimintai keterangan, salah seorang siswa mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kondisi tersebut.
“Tidak tahu, Pak. Dari sebelum libur kemarin juga sudah seperti ini. Bahkan sempat kami pulang karena tidak ada guru sama sekali,” ujarnya singkat.
Sejumlah siswa lain membenarkan pernyataan tersebut. Mereka menyebut kondisi kelas kosong tanpa guru bukan kali pertama terjadi. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi mengganggu proses transfer ilmu dan pencapaian materi pelajaran.
Kondisi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab internal pihak sekolah, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai peran pengawas dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan wilayah setempat. Sebagai unsur pembina dan pengawas, KCD memiliki fungsi monitoring, evaluasi, serta pembinaan terhadap satuan pendidikan agar kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai ketentuan.
Masyarakat mempertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan yang telah dilakukan sehingga kondisi seperti ini dapat berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Apakah sudah ada evaluasi rutin, pembinaan, atau teguran kepada pihak sekolah terkait kedisiplinan dan kehadiran tenaga pendidik?
Orang tua siswa berharap Dinas Pendidikan melalui KCD segera turun tangan melakukan penelusuran dan pembenahan. Langkah konkret dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal serta hak siswa untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas tetap terpenuhi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun dari KCD terkait kondisi tersebut.
Aconk Kupluk


Social Header