Breaking News

Kades Nura Widarnangti dan Camat Sukalarang Tekankan Prioritas Pembangunan Desa Semplak

 


SUKABUMI, Matapubliknews.com — Pemerintah Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 serta Daftar Usulan RKPDes (DU-RKPDes) Tahun 2028, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Semplak tersebut dibuka langsung oleh Camat Sukalarang, H. Susandikrilah, S.IP., M.A.P. Musyawarah dihadiri unsur Forkopimcam Sukalarang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, kepala desa, TP-PKK, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

Musrenbangdes menjadi forum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menentukan arah pembangunan desa berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah desa dituntut menyusun program secara terukur, transparan, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

Kepala Desa Semplak, Nura Widarnangti, menyampaikan bahwa pihaknya berharap berbagai usulan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi prioritas pembangunan pada tahun mendatang, terutama kebutuhan infrastruktur dasar yang masih memerlukan penanganan.
Menurutnya, perbaikan jalan, saluran irigasi, dan fasilitas pendukung lainnya menjadi kebutuhan penting warga yang perlu diperhatikan dalam penyusunan program pembangunan desa.

“Harapan kami, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, dapat diprioritaskan dalam perencanaan tahun mendatang. Termasuk perbaikan jalan dan irigasi yang selama ini dibutuhkan warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan pembangunan belum dapat dituntaskan secara menyeluruh karena berbagai kendala, termasuk kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan kejadian alam yang sulit diprediksi.
Karena itu, pemerintah desa berharap usulan masyarakat, baik di bidang pembangunan fisik maupun pemberdayaan, dapat dikaji secara cermat agar program yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.

“Semoga berbagai kendala yang selama ini menghambat pembangunan dapat diatasi secara bertahap. Kami ingin program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga,” katanya.

Sementara itu, Camat Sukalarang, H. Susandikrilah, menekankan bahwa perencanaan pembangunan desa harus mengedepankan skala prioritas, pemerataan wilayah, serta keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, banyaknya usulan tidak serta-merta dapat diakomodasi seluruhnya karena pemerintah desa harus menyesuaikan program dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Jangan sampai usulan pembangunan begitu banyak, tetapi tidak ada yang terealisasi. Dengan skala prioritas yang jelas, meskipun program yang dilaksanakan terbatas, hasilnya harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia menyebutkan, terdapat tiga aspek penting yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan desa, yakni pemenuhan infrastruktur dasar, penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan ketahanan pangan.

Selain itu, ia menilai Desa Semplak memiliki potensi di sektor pertanian dan peternakan yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal agar mampu membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Camat juga mengingatkan pentingnya mitigasi bencana dalam perencanaan pembangunan, terutama menghadapi perubahan kondisi cuaca, musim hujan, kemarau, serta potensi bencana alam maupun sosial.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana terjadi. Pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan, TNI-Polri, dan masyarakat perlu membangun kesadaran terhadap risiko, melakukan langkah pencegahan, serta memperkuat koordinasi agar dampak bencana dapat diminimalkan.

Dalam aspek pemberdayaan, ia turut mengajak masyarakat mendukung dan mengawal program pemerintah, termasuk program

pemerintah, termasuk program pemenuhan gizi dan pengembangan koperasi desa, sehingga pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa pemerataan pembangunan antardusun dan antarwilayah harus menjadi pertimbangan penting. Setiap usulan perlu dinilai secara objektif berdasarkan kebutuhan, urgensi, dan manfaatnya agar pembangunan tidak terpusat di wilayah tertentu.

“Pembangunan desa tidak bisa hanya bergantung pada anggaran. Kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong harus menjadi kekuatan bersama agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Semplak berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus berpartisipasi dalam mendukung program pembangunan yang telah disepakati. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan dukungan, kepedulian, dan partisipasi warga.

Melalui Musrenbangdes ini, Pemerintah Desa Semplak diharapkan dapat merumuskan program pembangunan yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kemampuan keuangan desa. Hasil musyawarah tersebut juga diharapkan menjadi pijakan dalam menentukan prioritas pembangunan yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup warga.

Dengan perencanaan yang matang, pemerataan pembangunan, dan semangat gotong royong, Desa Semplak diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara bertahap dan berkesinambungan.

Prima RK
© Copyright 2022 - Investigasi Online